BP Migas Revisi Kontrak

Juni 18, 2008 pukul 1:57 am | Ditulis dalam Berita Energi | Tinggalkan komentar

Sebuah kabar gembira dimana sebagai penghasil minyak kita hanya bisa melongo melihat angka real pendapatan migas yang diterima negara… bagi hasil… mana hasilnya ???

JAKARTA – Berbagai terobosan dilakukan untuk mendongkrak penerimaan dari sektor migas. Kali ini Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) mengajukan tiga opsi untuk meningkatkan setoran migas. Yakni membenahi aturan cost recovery, memberlakukan windfall profit tax, dan merevisi kontrak bagi hasil.

”Kami akan bicarakan ini dengan perusahaan migas,” ujar Kepala BP Migas R. Priyono di Jakarta kemarin (13/6). Langkah tersebut merupakan tindak lanjut pertemuan Presiden SBY dengan perusahaan migas kontraktor production sharing (KPS) tiga hari lalu (11/6).

Saat itu, Presiden SBY mengemukakan konsep sharing the pain. Maksudnya, Indonesia yang kini terimpit beban subsidi BBM karena melonjaknya harga minyak berharap agar KPS yang menikmati windfall profit bisa berkontribusi lebih besar untuk meringankan beban pemerintah.

Opsi windfall profit tax, kata Priyono, sudah sering disuarakan Komisi VII DPR. Namun, windfall profit tax bukan kewenangan BP Migas, melainkan menteri ESDM dan menteri keuangan. Dengan pola bagi hasil
saat ini, sebenarnya pemerintah sudah mendapat windfall profit yang cukup besar. Bahkan, jauh lebih besar daripada KPS. ”Mungkin, yang bisa dilakukan adalah menambah pajak ekspor migas,” terangnya.

Opsi kedua adalah membenahi aturan cost recovery. Ini adalah biaya yang harus dibayar pemerintah untuk mengganti pengeluaran KPS saat eksplorasi maupun produksi. Jika cost recovery bisa ditekan, penerimaan migas akan optimal. Terkait dengan hal ini, BP Migas sudah membentuk tim gugus tugas atau task force cost recovery. Tugas tim yang mulai aktif pekan ini tersebut adalah mengidentifikasi biaya yang bisa dihemat.

Antara lain, menyempurnakan Exhibit C, yakni lampiran yang ada dalam kontrak kerja sama. Selama ini, Exhibit C yang terlalu longgar dianggap sebagai salah satu penyebab naiknya angka cost recovery yang
tahun lalu mencapai USD 8,2 miliar (sekitar Rp 75,4 triliun). Beberapa penyempurnaan yang bakal diberlakukan adalah mengubah mekanisme cost recovery dari block basis menjadi plan of development (POD) basis.

Selain itu, biaya community development atau corporate social responsibility (CSR) hanya recoverable jika dilakukan pada masa eksplorasi. Artinya, jika sudah berproduksi, biaya community development tidak lagi ditanggung pemerintah, tapi KPS. Opsi ketiga adalah merevisi kontrak split atau bagi hasil. Saat ini, bagi hasil minyak adalah 85:15. Artinya, 85 persen produksi milik pemerintah, 15 persen KPS.

Menurut Priyono, opsi ketiga paling sulit. Sebab, harus mengubah kontrak yang sudah disepakati dua pihak. ”Ini adalah pilihan terakhir,” sebutnya.

KPS di bidang hulu migas selama ini mengaku sudah melakukan apa yang namanya berbagi rasa (sharing the pain) dengan pemerintah. Suwito Anggoro, Presdir Chevron Pacific Indonesia -produsen minyak terbesar dengan produksi 411 ribu barel per hari- mengatakan, dalam klausul kontrak bagi hasil sudah jelas antara hak dan kewajiban KPS. ”Pola yang dianut adalah sharing success and risk,” ujarnya.

Menurut dia, sejumlah KPS yang beroperasi di Indonesia sudah menerapkan hal itu. Sharing the pain tersebut seharusnya dilakukan waktu lapangan migas yang dikelola masuk dalam tahap produksi.
”Sharing itu kalau sukses kita nikmati bersama, begitu juga risikonya,” imbuhnya. Namun, Suwito enggan berkomentar ketika dimintai pandangan tentang opsi revisi kontrak. ”Kalau itu, no comment. Sebagai kontraktor, kita harus hormati kontrak yang sudah berjalan,” ujarnya. (owi/oki)

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: