Harga Panas Bumi 80 Persen BPP Listrik

Januari 31, 2008 pukul 6:40 am | Ditulis dalam Berita Energi | Tinggalkan komentar

JAKARTA– Pemerintah kemungkinan akan menetapkan formula harga jual listrik yang dihasilkan pembangkit panas bumi berkisar 80 persen dari biaya pokok penyediaan (BPP) listrik PT PLN di wilayah pengembangan panas bumi bersangkutan.

Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi Departemen ESDM J Purwono usai rapat dengan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro di Jakarta, Jumat mengatakan, dalam pertemuan tersebut baik produsen maupun konsumen bisa menerima formula tersebut. “Harga listrik panas bumi kira-kira 80 persen dari BPP PLN. Angka pastinya akan ditetapkan melalui Peraturan Menteri ESDM yang diharapkan keluar pertengahan Februari,” katanya.

Namun, sebelum permen dikeluarkan, lanjut Purwono, pihaknya akan menggelar lokakarya yang diikuti seluruh pemangku kepentingan di sektor panas bumi pada awal Februari. Hadir dalam rapat tersebut Dirjen Mineral dan Batubara Departemen ESDM Simon Sembiring, pimpinan Asosiasi Panas Bumi , Pelaksana Tugas Direktur Pembangkitan dan Energi Primer PT PLN (Persero) Fahmi Mochtar dan Direktur Hulu PT Pertamina (Persero) Sukusen Soemarinda.

Menurut Purwono, berdasarkan formula itu, kalau di wilayah Jawa-Bali, harga listrik panas bumi sekitar 5,7 sen dolar AS per kWh, sedang di wilayah lain seperti Nusa Tenggara, Sulawesi, dan Sumatera bisa 10 sen dolar AS per kWh. “Harga itu sudah cukup ekonomis bagi produsen dan tidak membebani PLN,” katanya.

Saat ini, harga BPP di wilayah Jawa-Bali adalah Rp 831-Rp 936 per kWh untuk tegangan rendah, Rp 745-Rp 840 untuk tegangan menengah dan Rp 704- Rp 794 per kWh untuk tegangan tinggi. Purwono menambahkan, formula sebesar 80 persen BPP itu merupakan harga maksimal dan akan menjadi patokan harga bagi tender panas bumi yang dilaksanakan pemda. “Harga panas bumi yang nanti terbentuk merupakan proses bisnis antara PLN dan pengembang. Intinya, tidak boleh melebihi angka yang ditetapkan,” katanya.

Formula harga tersebut sudah memperhitungkan kredit karbon yang diperoleh pengembang melalui “Clean Development Mechanism” (CDM). Melalui mekanisme tersebut, harga listrik bisa turun satu sen dolar AS per kWh. Sementara itu, Fahmi Mochtar mengatakan, formula tersebut masih belum final.

Republika, 25 Jan 2008

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: