Shell Umumkan Force Majeure
April 22, 2008 pada 8:19 am | Ditulis dalam Berita Energi, Migas | 1 KomentarKaitkata: pipa minyak, sabotase, Shell
Lagos – Raksasa minyak Shell akan mengumumkan kondisi force majeure setelah dua pipa minyaknya diserang kaum militan. Shell tidak bisa mengirimkan minyak untuk kontrak April dan Mei.
Pengumuman penundaan pengiriman kontrak minyak tersebut terjadi setelah dua pipa utama minyaknya diserang oleh militan Nigeria.
“Kami dapat mengkonfirmasi bahwa akan diumumkan kondisi force majeure di Terminal Bonny untuk pengiriman April dan Mei 2008,” ujar pejabat Shell seperti dikutip dari AFP, Selasa (22/4/2008).
Juru bicara Shell, Tony Okonedo juga mengkonfirmasi adanya serangan baru di pipa minyak Soku-Buguma dan Buguma-Alakiri.
Gas Industri Gunakan Formula Harga Atas dan Bawah
April 8, 2008 pada 4:51 am | Ditulis dalam Berita Energi, Migas | Tinggalkan KomentarKaitkata: DESDM, gas, harga, industri, PGN
Senin, 24 Maret 2008
JAKARTA — Pemerintah akan menerapkan sistem harga batas atas (ceiling price) dan batas bawah (floor price) untuk harga jual gas ke konsumen industri. Perusahaan Gas Negara (PGN) diminta segera menyusun skema ceiling price dan floor price gas industri ini.
Dirjen Migas Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral Luluk Sumiarso, menuturkan pihaknya sedang menyusun kebijakan pemanfaatan gas nasional. Salah satu yang dirumuskan dalam kebijakan gas nasional ini, adalah mengenai formula harga gas.
”Supaya kita konsisten, formula harga gas itu akan kita buat berdasarkan kategorisasi,” ujar Luluk di Jakarta akhir pekan lalu. Pengkategorian gas ini, jelasnya, akan dibagi menjadi tiga, yakni kategori bahan bakar industri, bahan bakar tertentu, dan bahan bakar umum.
Lanjutkan Membaca Gas Industri Gunakan Formula Harga Atas dan Bawah…
MARKET WATCH: Pipeline sabotage lifts oil prices
April 8, 2008 pada 4:47 am | Ditulis dalam Berita Energi, Migas | Tinggalkan KomentarKaitkata: oil, pipeline, sabotage
Sam Fletcher
Senior Writer
HOUSTON, Mar. 28 — The near-month benchmark US crude contract jumped above $107/bbl Mar. 27 in the New York market following reports of the bombing of one of the primary export oil pipelines in southern Iraq.
But oil prices fell back below that level in early trading Mar. 28 when Iraq officials reported that the transport of oil through that pipeline system was back to normal. The sabotaged pipeline moves oil from the Zubair field to the Al-Faw storage facility for export through the Basra terminal (OGJ Online, Mar. 28, 2008). The amount of
oil disrupted by the sabotage was earlier estimated at 130,000 b/d.
Oil is “at a turning point” for a $10/bbl move in either direction, depending on the strength or weakness of the US dollar, said Olivier Jakob at Petromatrix, Zug, Switzerland. “The dollar index is now back to testing the record-low support, and it will remain the trigger for West Texas Intermediate to test the record high resistance. If the euro manages to climb towards $1.60, WTI will break $110/bbl towards $115/bbl, and if the dollar manages to rebound like in mid-March, WTI will break $100/bbl towards $95/bbl.”
Lanjutkan Membaca MARKET WATCH: Pipeline sabotage lifts oil prices…
Indonesia aims to boost oil, gas production in 2008
April 8, 2008 pada 4:01 am | Ditulis dalam Berita Energi, Energy Policy, Migas | Tinggalkan KomentarKaitkata: gas, oil, Production
Eric Watkins
Senior Correspondent
LOS ANGELES, Apr. 3 — Indonesia’s state-owned PT Pertamina aims to increase production of crude oil and natural gas in 2008, despite falling short of planned output in both areas during 2007.
Pertamina Pres. Director Ari H. Soemarno told a parliamentary oversight committee that the firm would produce some 65.72 million bbl of crude oil in 2008, about 25.73% more than the 52.27 million bbl produced in 2007, which fell 8% short of the 56.57 million bbl targeted for the year.
Pertamina also failed to achieve its 2007 gas production target of 519.68 bscf, producing 405.71 bscf, around 22% less than expected. For 2008, Pertamina has set a gas production target of 438.05 bscf, about 16% lower than planned for 2007.
Lanjutkan Membaca Indonesia aims to boost oil, gas production in 2008…
Japanese LNG buyers make new deal with Indonesia
April 8, 2008 pada 3:42 am | Ditulis dalam Berita Energi, Energy Policy, Migas | Tinggalkan KomentarKaitkata: Export, Japan, Natural Gas, Shortage
Eric Watkins
Senior Correspondent
LOS ANGELES, Apr. 1 — Japanese buyers have agreed to forgive Indonesia’s failures to supply 72 cargoes of LNG as part of a 10-year extension to supply contracts that were due to expire in 2010 and 2011.
Iin Arifin Takhyan, deputy director of Indonesia’s state-run PT Pertamina, said his country has been released from liability for failing to deliver 72 LNG shipments to Japan last year and causing a gas shortage.
The new contracts are for 3 million tonnes/year over the first 5 years of the contract and 2 million tpy over the next 5 years. The extensions represent a significant cut over the current contracts which call for 12 million tpy.
Lanjutkan Membaca Japanese LNG buyers make new deal with Indonesia…
Mozambique announces new 8-billion-dollar oil refinery project
April 8, 2008 pada 2:50 am | Ditulis dalam Berita Energi, Energy Policy, Migas | Tinggalkan KomentarKaitkata: Mozambique, Oil Refinery
Maputo – Mozambique’s Ministry of Energy on Thursday announced an agreement to build an oil refinery with the capacity to produce 350 thousand barrels of oil a day in an investment valued at 8 billion dollars. The ministry said the Mozambican government had signed a deal with OilMoz company for the construction of the refinery in Maputo province. The refinery will serve both domestic and regional markets as well as other continents, the ministry said in a press release. This is the second refinery project in Mozambique. The first planned refinery in northern Nampula province is expected to produce 300 thousand barrels per day. Construction of that refinery by Ayr Petro-Nacala Logistica started in March and is expected to be finished in 2010 at a total cost of 5 billion dollars. The two refineries will substantially the southern African country’s reliance on imported fuel.
Indonesia ups Apr oil imports to 12.17 mln bbls
April 8, 2008 pada 2:50 am | Ditulis dalam Berita Energi, Energy Policy, Migas | Tinggalkan KomentarKaitkata: import, oil, Pertamina
SINGAPORE, March 18 (Reuters) – Indonesia’s state oil company PT Pertamina will import a higher-than-expected 12.17 million barrels of oil products in April, up 4.2 percent from purchases for March delivery, industry sources said on Tuesday.
Pertamina had said in late February fuel imports were expected to be 11.5-11.6 million barrels in April.
The volumes, stronger than March imports of 11.68 million barrels, will help buoy Asian distillate prices at a time of robust demand within the region and beyond.
“Domestic supply is not enough due to some minor refinery problems. That has been already ironed out but demand is looking good for transportation fuels,” said a Pertamina source, who declined to be identified.
Lanjutkan Membaca Indonesia ups Apr oil imports to 12.17 mln bbls…
5.000 Sumur Minyak Tua Akan Diaktifkan
April 8, 2008 pada 1:25 am | Ditulis dalam Berita Energi, Energy Policy, Migas | 3 KomentarKaitkata: minyak, produksi, sumur
Dikutip dari suara pembaruan :
[JAKARTA] Sebanyak 5.000 dari 13.824 sumur minyak tua yang tersebar di Indonesia akan diaktifkan kembali untuk diproduksi. Diperkirakan 5.000 – 12.000 barel per hari (bph) dapat dihasilkan dari pengaktifan tersebut. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk menambah produksi minyak nasional.
Demikian dituturkan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Luluk Sumiarso dalam jumpa persnya di Jakarta, Jumat (4/4). Menurut dia, sumur-sumur tua yang sudah ditinggalkan tersebut, sebetulnya memiliki potensi untuk memproduksi minyak, meskipun dengan jumlah yang kecil.
“Sumur-sumur tua ini, memiliki potensi menghasilkan minyak yang cukup baik. Perkiraan hitung-hitungan kami, sekitar 5.000 sumur tua bisa diaktifkan kembali dan dapat berproduksi. Meski jumlahnya tidak banyak, kami berpikir hal ini sebagai upaya meningkatkan produksi minyak, dan optimalisasi pemanfaatan sumur tua,” ujar Luluk.
Banyu Urip di Blok Cepu memiliki kandungan minyak lebih dari 250 juta barel
Maret 11, 2008 pada 7:11 am | Ditulis dalam Berita Energi, Migas | 3 KomentarKaitkata: Cepu, Exxon Mobil, kandungan minyak, Pertamina, potensi
22/02/08 14:36
Semarang (ANTARA News) – ExxonMobil dan Pertamina memprediksi ladang minyak Banyu Urip di Blok Cepu memiliki kandungan minyak lebih dari 250 juta barel, sehingga bisa menjadi andalan bahan bakar minyak (BBM) Indonesia.
“Pada puncak produksi, ladang minyak Banyu Urip diperkirakan mampu memproduksi 165 ribu barel minyak per hari. Blok ini juga masih memiliki potensi untuk penemuan tambahan,” kata General Manajer Mobil Cepu Ltd, Michael K. Nelson, di sela-sela Penandatanganan Perjanjian Syarat dan Ketentuan Pengalihan “Participating Interest” (PI) 10 Persen Blok Cepu, di Semarang, Jumat.
Lanjutkan Membaca Banyu Urip di Blok Cepu memiliki kandungan minyak lebih dari 250 juta barel…
PRODUKSI CEPU DIPERCEPAT KE 2008
Januari 31, 2008 pada 7:35 am | Ditulis dalam Berita Energi, Migas | Tinggalkan KomentarJAKARTA – Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (BPMIGAS) berupaya agar produksi Blok Cepu dapat dipercepat pada akhir tahun 2008. Pada tahap awal, blok tersebut diharapkan akan memproduksi minyak sebanyak 20.000 barel per hari. Demikian disampaikan Wakil Kepala BPMIGAS Abdul Muin kepada Komisi VII DPR RI di Jakarta, Rabu (23/1).
Menurut Muin, BPMIGAS mengusulkan pengembangan Cepu dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama berupa early production dimana sejumlah kegiatan yang terkait dalam tahap ini sudah mulai berjalan. Produksi minyak Cepu direncanakan akan terbagi dua, dimana 10.000 bph akan disalurkan ke fasilitas pengapalan lepas pantai di Tuban dengan menggunakan faslitas JOB PetroChina East Java.
Sedangkan 10.000 bph lainnya akan disalurkan ke kilang mini yang dibangun di Banyu Urip.
Sementara tahap kedua pengembangan Cepu, lanjut Muin, disebut dengan full production scheme. Persiapan rancang bangun tahap ini akan dilakukan secara pararel dengan early production system. Rancang bangun tersebut akan terdiri dari fasilitas produksi, jalur pipa dari lapangan Banyu Urip ke offshore Tuban dan fasilitas penampung dan pengapalan minyak offshore.
“Tahap pekerjaan konstruksi akan dimulai awal tahun 2009 dan diharapkan selesai pada pertengahan tahun 2011,” demikian Abdul Muin.
***
Blog pada WordPress.com. | Tema: Pool oleh Borja Fernandez.
Tulisan dan komentar feeds.
