Perusahaan Cina dan India Buru Batu Bara Indonesia
Mei 15, 2008 at 2:01 am | In Berita Energi, Managemen Energi | 2 CommentsTags: batu bara, Cina, India, pertambangan
Negara lain sedang mencari sumber energi, negara kita malah mengobral energi dengan tidak melibatkan perusahaan lokal. Kalau sumber energi kita sudah diangkut semua keluar negeri tinggal kita kelabakan mencari sumber energi.
Kamis, 15 May 2008
TEMPO Interaktif, Jakarta
uluhan perusahaan India dan Cina berburu batu bara di lahan pertambangan Indonesia. Diantaranya National Thermal Power Corp (NTPC), perusahaan listrik India; Power Trading Company (PTC); Larsen & Turbo; Reliance; Agrawal Coal, dan Watien. Ketua Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia, Jeffrey Mulyono mengatakan India dan Cina berlomba mencari sumber daya alam batu bara karena besarnya cadangan di Indonesia. “Ada sekitar 15 perusahaan yang menyatakan minatnya,” ujarnya kepada Tempo.
Besarnya kebutuhan batu bara India dan Cina menyebabkan mereka berburu ke Indonesia. Apalagi kedua negara itu pun memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbahan bakar batu bara berkalori rendah, sama dengan mega proyek PLTU 10 ribu MW di Indonesia.
Jeffrey mengatakan, meski India dan Cina menyerbu batu bara Indonesia, pasokan domestik masih aman. Namun dia tidak memungkiri tetap diperlukannya sistem ketahanan energi batu bara. “Itu bisa diatur melalui domestic market obligation (DMO) atau lewat rencana kerja dan anggaran belanja,” katanya.
Data Asosiasi Perusahaan Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI) menyatakan, Produksi batu bara Indonesia 2006 sekitar 193,54 juta ton. Dari jumlah itu, sekitar 145 juta ton diekspor ke Asia, Eropa dan negara lain. Kebutuhan konsumen dalam negeri seperti PLN, industri semen dan lainnya sekitar 45,5 juta ton. Tahun depan, diperkirakan produksi batu bara nasional mencapai 225 juta ton. Sekitar 75 juta ton untuk domestik dan 150 juta untuk ekspor.
Indonesia merupakan eksportir batu bara terbesar di dunia. India dan Cina memang produsen batu bara terbesar di dunia. Namun besarnya kebutuhan dalam negeri mereka menyebabkan mereka harus mengimpor batu bara dari negara lain. Bahkan mencari lahan konsesi di negara lain.
Staf Ahli Menteri Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral Sukhyar mengatakan Kuasa Pertambangan (KP) di Indonesia tidak boleh dijual ke perusahaan asing. Perusahaan-perusahaan India dan Cina tersebut hanya boleh membeli produksi batu bara dari KP atau perusahaan lokal. Sehingga pembelian batu bara secara business to business. “Kalau ingin punya konsesi lahan maka harus berbentuk PKP2B (Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara). Atau KP ditransfer menjadi PKP2B,” ujarnya.
Proses itupun, kata dia, harus melalui persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat. Masalahnya, hingga kini pemerintah tak memiliki catatan laporan mengenai jumlah KP di daerah.
NIEKE INDRIETTA
& Komentar »
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik
Tinggalkan komentar
-
Tulisan Terakhir
a
Kategori Awan
Tag
action plan bahan bakar banding batubara Biofuel biomass Cepu coal energi energy Eropa EVALUASI Exxon Mobil framework gas gas alam gasification gasifikasi goal hybrid iklim import kandungan minyak KINERJA komitmen management manager energi minyak Mozambique oil Oil Refinery pasar Pertamina potensi power plant produksi sintetik sumur syngas target team energi tujuan ukur-
Top Clicks
- Tidak ada
-
Komentar Terakhir
Andre Nanulaitta di LANGKAH 2. Menghitung Kin… indra jufri di Hybrid Coal Gasification andry di Proses Gasifikasi Batubar… ibet di Truba Akuisisi PLTGU Bali satria di Truba Akuisisi PLTGU Bali Arsip
-
Top Posts
Halaman
Blogroll
Cluster Map
Motigo Web Counter
Faiq is now
Meta
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.

Yang Penting Tambang dikelola dengan benar dan adil, asing boleh, lokal boleh toh energy untuk semua, tidak mubazir.selama itu bermanfa’at untuk kehidupan manusia kenapa tidak.
Komentar oleh Teuku Namara — Juni 2, 2008 #
Dahulu indonesia adalah negara yang kaya akan energi, tapi fakta ini akan segera kadaluarsa. dimulai dari “kadaluarsanya” kekayaan minyak indonesia sehingga sekarang indonesia menjadi negara net impor. maka tak lama lagi batubara pun akan demikian. bangsa tercinta ini harus sudah punya rencanan matang terkait dengan ketahanan energinya.
jangan lah tergiur”surgawi sebuah investasi asing”.
JADILAH PINTAR BANGSAKU” dan “ENGKAULAH YANG BISA MENUNJUKKANNYA WAHAI PEMERINTAH”
Komentar oleh hidayat — Desember 25, 2008 #