Mengapa koreksi power factor (faktor daya) penting?
Februari 11, 2008 pada 2:42 am | Ditulis dalam Managemen Energi | 10 Komentar- Tagihan listrik bulanan akan turun sebagai imbas penurunan pemakaian daya reaktif. Pada umumnya tarif daya reaktif lebih mahal dari daya aktif.
- Kapasitas sistem tenaga listrik keseluruhan plant akan meningkat, karena dengan berkurangnya pemkaian daya reaktif maka kapasitas trafo dapat meningkat.
- Rugi – rugi daya elektrik dapat dikurangi dan pengaturan tegangan dapat dilakukan dengan lebih mudah
10 Komentar »
Umpan RSS untuk komentar-komentar pada tulisan ini. URI Lacak Balik
Tinggalkan Balasan
Blog pada WordPress.com. | Tema: Pool oleh Borja Fernandez.
Tulisan dan komentar feeds.

klo faktor daya sendiri, artinya apaan?
Comment by wako— Maret 4, 2008 #
Aliran listrik bolak balik memiliki 3 komponen daya yaitu daya real (P), daya apparent (S), dan daya reaktif (Q). Hubungan antara 3 komponen tersebut dinyatakan dengan :
S^2 = P^2 + Q^2
Faktor daya (power factor) adalah perbandingan antara “daya nyata/real (P)” dengan “daya semu/apparent (S) –> P/S
Jika dalam sistem power factor = 1, untuk mendapatkan daya real 1kW membutuhkan daya apparent sebanyak 1 kW, namun dengan power factor = 0.8, untuk mendapatkan daya 1 kW, akan membutuhkan daya apparent –> 1/0.8 = 1.25 kW.
Comment by japat30— Maret 5, 2008 #
minta literaturnya dong tentang koreksi power faktor mudah mudahan ada yang bisa kirimin ebooknya ke email saya, thank’s
Comment by Agus Heriyanto— Juli 15, 2008 #
apa yang dimaksud dengan power faktor?
Comment by m.faris— Februari 12, 2009 #
apayang dimaksud dengan power faktor ,beban resistif,beban induktif,beban capasitif?
Comment by m.faris— Februari 12, 2009 #
gw juga mau tu litelatur nya,,, itung2 buat masang kapasitor di kipas angin or di pompa air… mohon bantuannya ya???????
Comment by adit— Februari 20, 2009 #
Setahu saya, tagihan ke pelanggan rumahan (bukan industri) tidak mengenal tagihan daya reaktif (VAR), (kalau industri ya, terdapat penalti reaktif jika (kalau nggak salah bila faktor daya <0,85). Tagihan rumahan dalam bentuk Watt atau P yg rumusnya P = V.I cos phi. (Cos phi = faktor daya), Apabila faktor daya naik, maka P akan naik. Tagihan justru membesar. Tetapi biasanya diikuti I turun, maka P akan tetap, sehingga tagihan tetap walaupun cos phi naik (faktor daya telah diperbaiki)
Comment by mustangin— Januari 15, 2010 #
Kalau di rumah tangga memang tidak ada tagihan untuk daya reaktif. Namun untuk industri yang menggunakan motor listrik kapasitas besar atau peralatan lain yang menyerap banyak daya reaktif, tentu ada tagihan daya reaktifnya. Trims atas tambahannya.
Comment by japat30— Januari 16, 2010 #
Dalam tagihan rumah tangga, setau saya yang ditagih adalah penggunaan daya total’nya (KVA), bukan daya aktifnya (W).
Kalo daya reaktif bisa ditekan, otomatis daya totalnya juga berkurang.
Comment by irawan— Desember 26, 2010 #
di tempat saya cosh phi pernah sampai 0,84..saya lihat tegangan 20 KV = 21,3 KV..
kira2 apa yang menjadi penyebab turunnya faktor daya itu?? trims..
Comment by ahmad mudrick— Agustus 3, 2011 #