Bagaimana kapasitor dapat memperbaiki faktor daya

Februari 11, 2008 at 2:44 am | In Managemen Energi | 1 Comment
  1. Kapasitor mensupply tegangan reaktif / magnetisasi yang dibutuhkan untuk beban reaktif, sehingga tegangan reaktif yang dibutuhkan dari sistem jaringan listrik berkurang.
  2. Penempatan kapasitor yang tepat akan menambah manfaat pemasangan kapasitor. Penghematan daya reaktif terbesar akan didapat jika kapasitor dipasang semakin dekat dengan pusat beban. Jika dipasang pada lokasi ini, arus yang digunakan akan semakin kecil, yang selanjutnya akan mengurangi rugi – rugi motor yang pada akhirnya akan meningkatkan kinerja motor dan menghemat pemakaian energi.
  3. Aplikasi lain pemasangan kapasitor adalah pemasangan kapasitor bank yang akan mengurangi total daya reaktif. Arus yang mengalir di dalam kabel akan berkurang dan rugi – rugi daya akibat penghantar akan berkurang.

Bagaimana meningkatkan faktor daya?

Februari 11, 2008 at 2:44 am | In Managemen Energi | 3 Comments
  1. Mengurangi pembebanan yang tidak efisien. Motor listrik yang dibebani penuh akan memberikan efisiensi yang lebih baik daripada yang dibebani sebagian. (partial load)
  2. Memasang kapasitor eksternal pada motor listrik atau pada peralatan distribusi daya.
  3. Menggunakan motor yang efisien. Motor yang efisien pada umumnya lebih mahal daripada motor ‘biasa’. Namun dengan perhitungan ekonomis jangka panjang, penggantian dengan motor yang efisien akan lebih menguntungkan.
  4. Pemakaian motor sinkron dibandingkan motor induksi. Untuk ukuran tertentu, motor sinkron lebih mahal dari pada motor induksi. Motor sinkron banyak digunakan pada aplikasi putaran konstan. Motor sinkron membutuhkan arus AC dan DC, namun saat ini telah banyak digunakan motor sinkron yang hanya menggunakan arus AC saja karena arus DC telah dapat dibangkitkan oleh field winding nya sendiri. Motor sinkron dengan daya rating diatas 300hp dan putaran lebih rendah dari 1200rpm lebih murah dari motor induksi. Namun faktor yang lebih penting adalah motor sinkron memiliki faktor daya yang lebih baik. DMotor sinkron saat dibebani rendah akan mensupply daya reaktif ke sistem dan saat dibebani penuh tidak mengambil ataupun memberi daya reaktif. Kedua sifat ini akan memberi imbas positif pada program penghematan energi.

Mengapa koreksi power factor (faktor daya) penting?

Februari 11, 2008 at 2:42 am | In Managemen Energi | 6 Comments
  1. Tagihan listrik bulanan akan turun sebagai imbas penurunan pemakaian daya reaktif. Pada umumnya tarif daya reaktif lebih mahal dari daya aktif.
  2. Kapasitas sistem tenaga listrik keseluruhan plant akan meningkat, karena dengan berkurangnya pemkaian daya reaktif maka kapasitas trafo dapat meningkat.
  3. Rugi – rugi daya elektrik dapat dikurangi dan pengaturan tegangan dapat dilakukan dengan lebih mudah

ENERGY ACCOUNTING

Februari 11, 2008 at 2:41 am | In Managemen Energi | Leave a Comment

Bagian penting dari keseluruhan program penghematan energi adalah dapat mengetahui di posisi apa kita sekarang, dan dapat menentukan kemana yang akan dituju. Jadi sebelum menentukan program penghematan energi yang terperinci, hal ini harus diketahui terlebih dulu.
Untuk mengetahui hal tersebut, dapat dilakukan energy accounting. Energy accounting adalah mengukur, memilah dan menganalisa pola pemakaian energi. Hasil akhir dari energy accounting ini adalah dihasilkannya energy efficiency ratio. Untuk mendapatkan analisa optimal, perlu dibandingkan juga dengan efek lainnya, yaitu :

  1. Efek iklim / cuaca
  2. Efek production volume mix
  3. Efek pollution control program
  4. Efek lainnya, misalnya frekuensi start / stop plant, base load, peak load, dll.

MENGEMBANGKAN USAHA PENGHEMATAN ENERGI YANG BERKELANJUTAN

Februari 11, 2008 at 2:40 am | In Managemen Energi | Leave a Comment

A. Ukur hasilnya.

  1. Buat grafik/chart pemakaian energi, buat dengan tingkatan yang berbeda, misalnya tiap departemen, lini produksi, jenis produk, dan seluruh plant.
  2. Monitor dan analisa grafik tadi, lihat konsumsi energi untuk setiap produksi satu item, kemudian bandingkan pula dengan efek dari lingkungan, misalnya temperatur udara ambient, laju produksi, product mix, dll.
  3. Bandingkan hasil tersebut dengan hasil yang lalu dan angka teoritis atau design.
  4. Kaji kembali apakah program penghematan energi membawa imbas positif pada penurunan pemakaian energi untuk tiap produk yang dihasilkan.
  5. Teliti, temukan, dan ambil langkah koreksi untuk mengatasi kenaikan atau stagnasi pemakaian energi per produk yang dihasilkan yang memungkinkan untuk dilakukan.

B. Lanjutkan aktivitas komite penghematan energi

  1. Lakukan pertemuan periodik
  2. Setiap anggota komite menjalin komunikasi efektif dengan supervisor departemen yang diwakilinya.
  3. Setiap saat memperbarui progress program penghematan energi.
  4. Merencanakan dan terlibat aktif dalam survey penghematan energi.
  5. Menyebar luaskan teknik – teknik penghematan energi.
  6. Mengembangkan program yang berkesinambungan untuk terus memupuk kepedulian pada program penghematan energi.
  7. Menjalin kerjasama dengan organisasi lainnya untuk dapat memajukan program penghematan energi.

C. Libatkan karyawan.

  1. Laksanakan kursus penghematan energi.
  2. Susun buku panduan penghematan energi.
  3. Anugrahi penghargaan bagi karyawan yang mencapai penghematan energi yang terbaik.
  4. Lakukan diskusi teknik berkaitan teknologi baru yang hemat energi.
  5. Pasang sticker, poster, spanduk, dll mengenai penghematan energi.
  6. Publikasikan hasilnya di majalah perusahaan, atau media massa lainnya.
  7. Diskusi dengan organisasi lokal.

D. Evaluasi program.

  1. Kaji ulang dan berulang program penghematan energi.
  2. Kaji pencapaian tujuan yang utama, yaitu menghemat pemakaian energi.
  3. Pertimbangkan untuk memodifikasi program jika diperlukan.

IMPLEMENTASI TINDAKAN PENGHEMATAN ENERGI

Februari 11, 2008 at 2:36 am | In Managemen Energi | Leave a Comment

A. Lakukan tindakan koreksi atas pemborosan energi yang ditemukan pada survey pertama dengan tindakan operasional dan pemeliharaan yang memadai.

B. Lakukan pendataan proyek penghematan energi yang berdasarkan pada analisis keseimbangan energi, survey, dll :

  1. Hitung penghematan energi tahunan dari tiap proyek
  2. Proyeksikan biaya energi yang akan datang dan hitung berapa potensi penghematan yang dapat dilakukan.
  3. Evaluasi tingkat proyek investasi menggunakan metode tertentu, misalnya ROI, dll.
  4. Lakukan pemilahan prioritas tingkat proyek investasi.
  5. Pilih proyek prioritas tertinggi yang akan dilaksanakan, kemudian lakukan otorisasi dari pihak berwenang.
  6. Jalankan proyek yang telah diotorisasi.

C. Kaji ulang desain / rancangan proyek – proyek yang akan dilaksanakan, pastikan bahwa program penghematan energi telah diimplementasikan disana.

SURVEI PEMAKAIAN DAN KEHILANGAN ENERGI

Februari 11, 2008 at 2:30 am | In Managemen Energi | Leave a Comment

A. Lakukan survei pendahuluan yang ditujukan kepada pemborosan energi yang bisa diatasi dengan tindakan pemeliharaan atau operasional. Contohnya :

  1. Kebocoran uap atau kebocoran lainnya.
  2. Setting pembakaran (combustion) belum tepat.
  3. Perbaikan atau penambahan isolasi.
  4. Peralatan yang beroperasi saat tidak dibutuhkan.

B. Lakukan survey dimana saja perlu dipasang alat ukur dan hitung apakah pemasangan alat itu bernilai ekonomis.

C. Hitung keseimbangan energi untuk dapat melihat alur proses yang rinci.

  1. Input energi berupa material dasar atau bentuk energi lainnya.
  2. Energi yang digunakan untuk mengelola limbah.
  3. Bonus energi dari pemanfaatan produk sampingan.
  4. Energi yang terbuang.

Catatan : semua besaran energi sebaiknya dinyatakan dalam satuan yang sama, misalnya dalam mata uang, kWh, Btu, dll.

D. Kaji lebih mendalam semua perhitungan keseimbangan energi.

  1. Dapatkah panas yang terbuang dimanfaatkan untuk memanaskan air atau material lainnya?
  2. Dapatkah suatu proses dihilangkan atau dimodifikasi untuk mengurangi pemakaian energi?
  3. Dapatkah material lainnya digunakan sebagai bahan bakar atau bahan dasar lainnya?
  4. Masihkah ada cara untuk meningkatkan keuntungan?
  5. Apakah menguntungkan :
    1. Mengganti peralatan lama dengan yang baru dan lebih efisien?
    2. Mengganti sistem/proses yang sudah kuno dengan yang baru yang lebih efisien?

E. Lakukan survey di akhir pekan dan malam hari secara periodik.

F. Lakukan survey pada sistem yang spesifik misalnya :

  1. Sistem uap
  2. Sistem udara bertekanan
  3. Motor listrik
  4. Jalur pipa gas alam
  5. Sistem pemanas dan AC

Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.